Momentum Idul Adha 1447H

Bogor, kota hujan yang sejuk, menyambut fajar Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dengan balutan kabut tipis dan semangat spiritual yang membuncah. Di sela-sela perbukitan yang hijau dan asri, lantunan takbir, tahmid, dan tahlil bergema merdu, bersumber dari Mahad Darul Qur’an Al Wafa.

Bagi pesantren penghafal Al-Qur'an ini, Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan manifestasi nyata dari nilai-nilai ketauhidan, pengorbanan, dan ukhuwah Islamiyah yang telah tertanam kuat dalam setiap jengkal aktivitas mereka.

Idul Adha tahun ini terasa istimewa. Setelah beberapa tahun beradaptasi dengan kondisi global, semangat kebersamaan di Mahad Al Wafa kembali meluap. Para santri dan asatidzah berkumpul, menyatukan hati dalam ibadah.

Persiapan Idul Adha di Mahad Al Wafa telah dimulai jauh-jauh hari. Salah satu fokus utama adalah memastikan hewan kurban dalam kondisi terbaik. Sejak pagi-pagi sekali di hari-hari menjelang raya, suasana di kandang hewan kurban sudah sibuk. Para santri, yang telah dibagi ke dalam beberapa tim, bergantian mengurus hewan-hewan tersebut dengan penuh kasih sayang.

 

"Hewan kurban harus memenuhi syarat syariat, yaitu sehat, tidak cacat, dan cukup umur. Selain itu, kami juga memastikan pakan dan kebersihan kandangnya terjaga, sebagai bentuk ihsan (kebajikan) kepada makhluk Allah," jelas Ustadz Ahmad, salah satu pengurus kandang, sembari mengawasi santri senior menimbang pakan. "Bagi para santri, ini juga menjadi pelajaran berharga tentang tanggung jawab dan adab terhadap hewan."

 

Pagi Hari Raya Idul Adha 1447H, seluruh elemen Mahad Darul Qur’an Al Wafa—dari pengurus hingga santri termuda—berkumpul di lapangan utama untuk melaksanakan shalat Id. Suara takbir terus berkumandang, menciptakan atmosfer khusyuk dan sakral. Shaf-shaf shalat tertata rapi, menunjukkan kedisiplinan dan kesatuan hati.

Dalam khotbah Idul Adha, Perwakilan dari Dewan Pembina Yayasan Al Wafa Bogor menyampaikan pesan yang mendalam tentang makna pengorbanan "Pengorbanan yang sejati adalah memberikan yang terbaik yang kita miliki, yang kita cintai, semata-mata untuk meraih ridha Allah SWT. Dan Al-Qur'an yang kita hafalkan, harus menjadi panduan dan inspirasi dalam setiap tindakan pengorbanan kita," demikian petikan khotbah yang menyentuh hati para jemaah.

Selesai shalat Id, kesibukan beralih ke area penyembelihan hewan kurban.

Mahad Al Wafa telah membentuk tim khusus yang solid, terdiri dari asatidzah yang ahli fikih kurban dan santri-santri senior yang terlatih. Proses penyembelihan dilakukan dengan memperhatikan syariat Islam, kebersihan, dan keselamatan.

Rangkaian kegiatan Idul Adha di Mahad Al Wafa ditutup dengan acara kebersamaan yang hangat: 'Nyate' bareng. Di malam hari setelah seluruh proses kurban selesai, santri, asatidzah, dan pengurus pondok berkumpul di teras asrama. Mereka bersama-sama membakar sate daging kurban yang telah disiapkan.

Asap sate mengepul, menyebarkan aroma lezat yang menggugah selera. Di tengah kebersamaan ini, tawa, canda, dan obrolan hangat terjalin di antara mereka. Santri-santri bertukar cerita tentang pengalaman mereka selama rangkaian Idul Adha.

Bagi para santri yang jauh dari rumah, momen kebersamaan ini menjadi pelipur lara dan mempererat tali ukhuwah.

 

Melalui rangkaian kegiatan Idul Adha 1447H ini, Mahad Darul Qur’an Al Wafa Bogor tidak hanya merayakan hari raya besar, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Al-Qur'an secara nyata dalam kehidupan. Semangat pengorbanan, kepedulian sosial, dan ukhuwah Islamiyah terus dipelihara dan diwariskan, menjadikan Mahad Al Wafa Bogor sebagai oase spiritual yang memberikan keberkahan bagi diri santri dan masyarakat sekitar.

WhatsApp